Pages

Subscribe:

Jumat, 19 Oktober 2012

Penjualan Kondo Dipastikan Lebih Tinggi dari Tahun Lalu

RumahCom - Tanda-tanda perlambatan pasar yang dikhawatirkan banyak pihak akibat lesunya ekonomi dan bisnis di kawasan Asia Pasifik sama sekali tidak terlihat hingga September ini. Sebaliknya, melihat animo pasar yang cukup tinggi, para pengembang lokal makin agresif meluncurkan proyek-proyek baru di kuartal III-2012 ini.

Dengan kondisi ekonomi yang cukup stabil serta permintaan domestik yang tinggi, diperkirakan tren pertumbuhan pasar properti di Jakarta masih akan berlanjut dalam dua tahun ke depan. Di sisi lain, tingkat suku bunga yang rendah dan menjamurnya proyek-proyek baru turut mendorong penjualan kondominium di Jakarta selama kuartal III ini.

Anton Sitorus, Head of Research Jones Lang LaSalle Indonesia mengatakan, penjualan kondominium di pasar primer meningkat secara fantastis. Dalam kuartal III lalu, sebanyak 3.915 unit kondominium terjual, atau meningkat 66% dibanding triwulan sebelumnya. “Dengan demikian, penjualan kondominium selama sembilan bulan pertama tahun ini sudah hampir menyamai penjualan sepanjang tahun 2011 lalu yang mencapai sekitar 8.600 unit,” jelas Anton, Rabu (17/10) kemarin.

Agresivitas pengembang juga terlihat dari makin maraknya peluncuran proyek baru belakangan ini. Dalam kuartal III ini saja, lebih dari 10 proyek baru diluncurkan di Jakarta, dimana total unitnya mencapai lebih dari 4.000 unit. Secara kesuluruhan, saat ini ada sekitar 30.700 unit kondominium yang tengah dibangun, dimana sebanyak 67% di antaranya telah terjual.

Pertumbuhan signifikan juga juga terlihat di sektor ritel. Permintaan sepanjang kuartal III lalu meningkat secara signifikan karena dorongan ekspansi peritel lokal maupun asing yang berlomba-lomba membuka tokonya di pusat-pusat perbelanjaan baru di Jakarta. Penyerapan ruang ritel sewa naik 85% atau mencapai sekitar 88.770 m2 dan mendorong tingkat hunian menjadi 89,5% di akhir September 2012.

Kenaikan tingkat okupansi dan jumlah pengunjung ke mal, membuat beberapa pengelola mulai berencana melakukan penyesuaian tarif sewa. “Akan tetapi, sampai kuartal III ini, pertumbuhan tarif sewa mal di Jakarta masih terbatas, rata-rata masih dibawah 6%,” kata Anton.



sumber berita.Anto Erawanantoerawan@rumah.com

0 komentar: